Lotus Birth. Tradisi melahirkan di BALI tapi ngetrend di Barat

by Dwi Rukma Santi, SST., M.Kes

Lotus Birth, atau tali pusat yang tidak dipotong, adalah membiarkan tali pusat yang tidak diklem dan  lahir  secara utuh (jadi setelah bayi lahir, tali pusat tidak dilakukan pengekleman dan setelah plasenta lahir, plasenta beserta talipusatnya dibiarkan saja hingga nanti saatnya “puput”)

Segera setelah bayi lahir ada sebuah proses fisiologis normal dalam perubahan Wharton’s jelly yang menghasilkan pengkleman internal alami pada plasenta (sisi maternal) dalam 10-20 menit pasca persalinan. Dalam lotus birth plasenta dibiarkan dan Tali pusat kemudian Kering dan akhirnya lepas dari umbilicus. Pelepasan tersebut umumnya terjadi 3-10 hari setelah lahir.

Kelahiran anak pertama adalah anugerah yang luar biasa, begitu juga dengan besarnya tanggung jawab yang harus ditanggung orang tua. Tak heran jika orang tua baru cenderung kewalahan mengurus anak pertama mereka, apalagi jika belum berpengalaman. Namun seorang konsultan persalinan asal AS mengemukakan bahwa salah satu cara untuk menghadapinya adalah tidak memotong tali pusar atau ari-ari si anak. Apa relevansinya? Menurut konsultan dan pendamping persalinan asal Austin, Texas, AS bernama Marry Ceallaigh ini, konon metode persalinan yang membiarkan ari-ari bayi tak dipotong agar mengering dan putus dengan sendirinya ini akan membantu memperkuat ikatan antara ibu dan sang bayi. Tren ini makin banyak diadaptasi di kebudayaan Barat, terutama diantara orang-orang yang cenderung holistik. Dengan kata lain ini salah satu cara untuk menciptakan awal kehidupan yang optimal bagi si bayi. Meski praktiknya tampak modern, para ahli mengatakan metode persalinan yang disebut dengan ‘lotus birth’ ini ternyata berasal dari ritual yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Bali, Indonesia.

Pada Lotus Birth, kelebihan cairan yang dikeluarkan plasenta  disimpan dalam mangkuk atau waskom terbuka atau dibungkus kain, lalu didekatkan dengan bayi. Kain yang digunakan untuk  menutupi plasenta atau wadah yang digunakan harus memungkinkan terjadinya pertukaran udara, sehingga plasenta mendapatkan udara dan mulai mengering serta tidak berbau busuk.

Garam laut sering digunakan untuk mempercepat proses pengeringan plasenta. Kadang-kadang minyak esensial, seperti lavender, atau bubuk tumbuh-tumbuhan seperti goldenseal, neem, bersama dengan lavender  juga digunakan untuk  tambahan antibacterial. Apabila tindakan pengeringan plasenta tidak diterapkan dengan baik plasenta akan memiliki bau yang berbeda, bau tersebut dapat diatasi  dengan penanaman plasenta secara langsung atau didinginkan setelah minggu pertama pasca persalinan.  Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai adanya kehilangan berat badan bayi dan penyakit kuning karena tindakan  Lotus Birth.

Mendukung metode ini, Dr. James Van Hook, direktur Maternal Fetal Medicine at the University of Cincinnati Medical Center mengatakan jika dokter menunda menjepit atau meng-klem dan memotong tali pusar bayi pasca persalinan maka ada peluang bagi si bayi yang baru lahir untuk mendapatkan transfusi final dari sel-sel darah yang kaya akan sel punca dan immunoglobulin. Teorinya, sel-sel ini dapat membantu si bayi melawan infeksi atau lebih kebal terhadap penyakit.
Van Hook juga memperingatkan bahwa pada beberapa kasus tali pusar yang diklem beberapa menit setelah persalinan belum tentu dapat menutup secara alami.

Namun Van Hook tak menampik jika ‘lotus birth’ memiliki kelemahan. Aspek yang paling berisiko dari metode ini adalah dokter harus memastikan jika area di seputar pusar tetap bersih sehingga takkan memunculkan risiko infeksi, termasuk memastikan agar plasenta dan tali pusar tidak mempengaruhi perawatan si bayi. Lotus birth ini sekarang sedang trend di AS dan para ahli tidak berkeberatan apabila wanita melahirkan memutuskan untuk menggunakan metode baru ini selama kondisi kehamilannya tak bermasalah.

 

Sumber :

1. Aprilia, Y. Rabu 2 Maret 2011. LOTUS BIRTH “A Gentle Way To Gentle Birth & Gentle Mothering”. http://www.bidankita.com/beta/index.php?option=com_content&view=article&id=168:lotus-birth-a-gentle-way-to-gentle-birth-a-gentle-mothering&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56.  Diakses : Kamis, 18 April 2013
2. Rahma Lillahi Sativa. Jumat 12 April 2013. Lotus Birth, Metode Lahiran Baru asal Bali yang Ngetren di Barat. http://health.detik.com/read/2013/04/12/133137/2218658/1299/lotus-birth-metode-lahiran-baru-asal-bali-yang-ngetren-di-barat. Diakses : Kamis, 18 April 2013